BLOGGER TEMPLATES AND PSP Wallpapers »

header

Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 25 Mei 2013

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN EUC/EUD

Pengembangan sistem informasi yang dikembangkan oleh pemakai sistem merupakan
fenomena dalam pengembangan suatu sistem informasi. Tentu saja ini hanya akan efektif
jika dampak dari sistem yang dikembangkan dengan cara ini tidak luas atau konfrehensif
dan selama itu mampu sah saja dilakukan. Meskipun demikian pengembang sistem harus
tahu dulu keunggulan serta kelemahan dari metode pengembangan en user computing ini.
Berikut ini ada beberapa kelebihan dari EUC, yaitu:

1.Dapat menghindari permasalahan kemacetan di departemen sistem informasi. Artinya
dengan EUC, aplikasi yang dibutuhkan akan dapat diselesaikan dengan lebih cepat
Karen dikembangkan sendiri oleh pemakai sistem.

2. Kebutuhan pemakai sistem dapat lebih terpenuhi karena dapat dikembangkan sendiri
oleh pemakai, tentunya dalam hal ini pmakai akan lebih mengerti atau memahami
kebutuhan informasi sendiri bila dibandingkan dengan dikembangkan oleh pihak
lain.

3. Menambah atau meningkatkan partisifasi aktif pemakai dalam proses pengembangan
sistemnya sehingga akan aa kepuasan sendiri dari pemakai sistem.

4. Dapat menambah kualitas pemahaman pemakai terhadap aplikasi yang dikembangkan
serta teknollogi yang digunakan dalam sistem.

Selain memiliki beberapa keunggulan seperti di atas, pengembangan sistm nformasi oeh
pemakai ( end user computing ) juga memiliki kelemahan-kelemahan yang mesti
mendapat perhatian pengembang sistem. Kelemahan-kelemahan itu adalah sebagai
berikut:

1. Karena pemakai sistm harus mengembangkan aplikasinya sendiri, maka dalam hal ini
pemakai sekaligus pengembang sistem dituntut untuk memiliki pemahaman mengenai
teknologi informasi (computer literacy) serta pemahaman tentang pengembangan
sistem infomasi. Dalam kenyataannya tidak semua pemakai (manajer) memiliki
pemahaman yang dimaksud.

2. End user computing memiliki resiko dapat menggangu bahkan merusak sistem
informasi di luar yang dikembangkan oleh pemakai sistem. Akibat dari ini misalnya
saja dapt merusak data pada basis data perusahaan jika pemakai sistem melakukan
oparasi seperti update data yang salah.


3. End user computing pasti akan berhadapan dengan maslah kemampuan teknis
pemakai sekaligus pengembang sistem. Maksudnya end user computing ini tidak
akan efektif dan efisien jika pengembangnya adalah manajer perusahaan yang harus
terlebih dahuu bahasa pemrograman computer untuk dapat membangun program
aplikasi yang dibutuhkan. Paling tidaj ini akan sangat membutuhkan waktu.
Sebaliknya jika manajer sebagai pemakai dan pengembang sistem tidak dapat
membuat program aplikasinya, maka pnerapan EUC juga tidak akan efektif.

Faktor-faktor yang menentukan pemilihan pengembangan STI

Beberapa faktor menentukan dalam pemilihan metode pengembangan antara lain faktor ketersediaan paket, sumberdaya sistem teknologi informasi, dampak dari sistem dan jadwal pemakaian.

     Dalam sistem teknologi informasi (STI) ada beberapa ketersedian paket seperti aplikasi akuntansi, operasi-operasi pokok perbankan dan lainnya. Namun dalam beberapa aplikasi khusus dan unik, biasanya tidak tersedia paketnya seperti DSS (decision support system) untuk permasalahan unik dan kompleks, sehingga harus dikembangkan sendiri. Jika paket tidak tersedia biasanya jatuh pada prioritas kedua berupa outsourcing.
     Kemampuan sumber daya dari departemen sistem teknologi informasi, tersedia dengan baik seperti; adanya analis dan pemrogram yang berkualitas membuat perusahaan dapat membuat sendiri, kalau tidak memadai dapat memilih outsourcing.
      Jika keputusan pengembangan secara internal (insourcing), biasanya yang dipertimbangkan selanjutnya adalah metode pengembangan STI oleh pemakai sistem (end user development / EUD) atau end user computing (EUC). Faktor penentu pengembangan STI tergantung pada dampak STI tersebut, jika dampaknya sempit yaitu hanya individu pemakai sistem dan pengembang sistem, maka EUC dapat dilakukan. Sebaliknya jika dampaknya luas sampai ke organisasi, pengembangan dengan EUC akan berbahaya, karena bila terjadi kesalahan dampaknya berpengaruh pada pemakai sistem lainnya atau pada organisasi secara luas.




Gambar Tahapan SDLC



Tujuan Perancangan Sistem Informasi

Tujuan utama perancangan sistem adalah :
  1. Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
  2. Untuk memberi gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada programmer.
Kedua tujuan ini jelas berfokus pada perancangan atau desain sistem yang terinci yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap yang nantinya digunakan untuk pembuatan program komputer.

Untuk mencapai tujuan ini, seorang analisis sistem harus dapat mencapai sasaran–sasaran sebagai berikut :

  1. Desain sistem harus bermamfaat, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan ini berarti bahwa data harus mudah diperolah, metode-metode harus mudah diterapkan dan informasi harus mudah dihasilkan dan mudah dipahami.
  2. Desain sistem harus mendukung tujuan utama perusahaan/instansi.
  3. Perencanaan sistem harus efektif dan efesien untuk dapat mendukung keputusan yang akan diambil oleh pimpinan, termasuk tugas-tugas lainnya yang tidak dilakukan dengan menggunakan komputer.
  4. Perancangan sistem harus dapat mempersiapkan rancangan bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi, simpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian sistem.


Kelebihan dan Kekurangan SDLC

Metode SDLC memiliki banyak kekurangan dan kelebihan. Kelebihan dari metode ini adalah ;

1.      Menyediakan tahapan yang dapat digunakan sebagai pedoman mengembangkan sistem

2.    Akan memberikan hasil sistem yang lebih baik karena sistem dianalisis dan dirancang secara keseluruhan sebelum diimplementasikan.

Kekurangan-kekurangan SDLC adalah ;

1.   Hasil dari SDLC tergantung pada hasil analisis, sehingga jika terdapat kesalahan di tahap analisis akan terbawa terus ke hasil sistem ayng kurang memuaskan.
2.      Dibutuhkan biaya yang lebih besar jika dibandingkan metode yang lainnya.
3.      Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengembangkannya karena sebuah sistem harus dikembangkan sampai selesai terlebih dahulu.



Tahapan-tahapan dan Metode SDLC

11. Analisis sistem
Analisis sistem (system analyst) adalah orang yang dididik khusus untuk mengembangkan sistem secara profesional. Alasan menggunakan SDLC dalam penggunaaan ini adalah karena metode ini digunakan untuk mengembangkan sistem teknologi informasi yang kompleks. Sistem teknologi yang kompleks perlu dianalis orang yang ahli dibidangnya sehingga permasalahan dapat dipecahkan dan kebutuhan pemakai sistem dapat diidentifikasikan dengan benar.
Tahapan di analisis sistem terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut ini.
a. Studi Pendahuluan
     Kegiatan awal dari analisi sistem adalah studi awal atau studi pendahuluan tentang jenis, ruang lingkup dan pemahaman awal dari proyek sistem teknologi informasi. Studi pendahuluan ini menghasilkan sistem secara awal, perkiraan biaya yang dibutuhkan dan waktu yang diperlukan.
      b.  Studi Kelayakan
Setelah mengumpulkan data dan mendokumentasikan fakta, sistem analisis mengetahui apa yang sesungguhnya dilakukan oleh sistem, Selanjutnya, sistem analis melakukan study kelayakan untuk memperhitungkan apakah organisasi atau instansi di mana sistem tersebur dibuat dapat melanjutkan ketahap berikutnya dalam proses pengembangan sistem atau tidak. Studi kelayakan merupakan suatu tinjauan sekilas pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  c.  Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan informasi pemakai
Langkah selanjutnya adalah  mengidentifikasi masalah disistem lama supaya dapat diperbaiki di sistem yang baru. Mengidentifikasi masalah dilakukan dengan penyebab masalahnya. Penyebab masalahnya merupakan sumber dari permasalahan yang harus diperbaiki. Selanjutnya memahami sistem yang ada untuk mendapatkan data dan menganalisis permasalahannya.
d.  Menganalisis hasil penelitian
Langkah selanjutnya menganalisis hasil penelitian. Menganalisis hasil penelitian adalah menemukan penyebab  permasalahan sistem yang tidak berfungsi sehingga dapat cepat digantikan dengan sistem yang baru.
2 2. Perancangan sistem
Tahap perancangan sistem mempunyai dau tujuan yaitu;
a a. Perancangan sistem secara umum adalah memberikan gambaran umum kepada pemakai sistem tentang sistem teknologi informasi yang baru. Perancangan sistem secara umum lebih diarahkan kepada pemakai sistem untuk menyetujuinya ke perancangan sistem selanjutnya. Yang dirancang di tahap perencanaan sistem secara umu adalah menggambarkan bentuk dari sistem teknologi informasinya secara logika atau secara konsep dan mengidentikasikan komponen-komponen dari sistem teknologi informasi.

 b.Perancangan sistem terinci dimaksudkan untuk menggambarkan bentuk secara fisik dari komponen-komponen sistem teknologi informasi yang akan dibangun oleh pemrogam dan ahli teknik lainnya.
3
   3. Impelementasi sistem
Tahap ini merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan. Implementasi sistem juga merupakan proses mengganti atau meninggalkan sistem yang lama dengan mengganti sistem yang baru. Untuk menggantikan sistem yang lama ke sistem yang baru diperlukan suatu pendekatan atau strategi supaya berhasil.
44.Operasi dan perawatan sistem
Setelah sistem diiplementasi dengan berhasil, sistem akan dioperasikan dan di rawat. Sistem perlu dirawat karena beberapa hal, yaitu
aa.  Sistem mengandung kesalahan yang belum diperbaiki,sehingga kesalahan sistem perlu diperbaiki.
bb.   Sistem mengalami perubahan karena peemintaan baru dari pemakaian sistem.
cc.   Sistem mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar.
Biaya perwatan sistem sering diabaikan karena biaya perawatan sistem merupakan biaya yang cukup besar.jadi sebisa mungkin kita harus merawatnya denga teliti agar suatu sistem dapat bertahan dengan lama.



System Development Life Cycle (SDLC)



System Development Life Cycle (SDLC) adalah pendekatan bertahap untuk melakukan analisa dan membangun rancangan sistem dengan menggunakan siklus yang spesifik terhadap kegiatan pengguna (Kendall & Kendall, 2006). System Development Life Cycle (SDLC) juga merupakan pusat pengembangan sistem informasi yang efisien. SDLC terdiri dari 4 (empat) langkah kunci yaitu, perencanaan dan seleksi, analisis, desain, implementasi dan operasional (Valacich, George, & Hoffer, 2012). Selain itu, System Development Life Cycle (SDLC) adalah sebuah proses memahami bagaimana Sistem Informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, merancang system, membangun sistem, dan memberikannya kepada pengguna (Dennis, Wixom, & Tegarden, 2005).

Berdasarkan pada penjelasan diatas maka SDLC dapat disimpulkan sebagai sebuah siklus untuk membangun sistem dan memberikannya kepada pengguna melalui tahapan perencanaan, analisa, perancangan dan implementasi dengan cara memahami dan menyeleksi keadaan dan proses yang dilakukan pengguna untuk dapat mendukung kebutuhan pengguna. Untuk menggunakan SDLC maka dibutuhkan sumber data awal dari pengguna yang dijadikan acuan dalam perencanaan, analisa, perancangan dan implementasi. Penggunaan acuan ini dimaksudkan agar sistem yang dibangun bisa menjembatani kebutuhan pengguna dari permasalahan yang dihadapinya.

1.    Perencanaan

Fase perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem harus dibangun. Pada fase ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses information gathering kepada pengguna.

2.    Analisa

Fase analisa adalah sebuah proses investigasi terhadap sistem yang sedang berjalan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai pengguna sistem, cara kerja sistem dan waktu penggunaan sistem. Dari proses analisa ini akan didapatkan cara untuk membangun sistem baru.

3.    Rancangan

Fase perancangan merupakan proses penentuan cara kerja sistem dalam hal architechture design, interface design, database dan spesifikasi file, dan program design. Hasil dari proses perancangan ini akan didapatkan spesifikasi sistem.

4.    Implementasi

Fase implementasi adalah proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem.

PENGEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI METODE SDLC


Metode siklus hidup pengembangan sistem atau system development life cycle memepunyai beberapa tahapan sesuai dengan namanya, SDLC dimulai dari suatu tahapan sampai tahapan terakhir dan kembali lagi ketahapan awal membentuk suatu siklus atau daur hidup.
Tahapan-tahapan dalam metode SDLC adalah sebagai berikut.
1.      Analis system (system analis)
a.       Studi pendahuluan
b.      Studi kelayakan
c.       Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pemakai
d.      Memahami sistem yang ada
e.       Menganalisis hasil penelitian
2.      Perancangan sistem (system design)
a.       Perancangan awal
b.      Perancangan rinci
3.      Implementasi sistem (system implementation)
4.      Operasi dan perawatan sistem (system operation and maintenance)
Siklus atau daur hidup pengembangan sistem tampak jika sistem yang sudah dikembangkan dan dioperasikan tidak dapat dirawat lagi,



                                                                                           
1.      Analisis sistem
Analisis sistem (system analyst) adalah orang yang dididik khusus untuk mengembangkan sistem secara profesional. Alasan menggunakan SDLC dalam penggunaaan ini adalah karena metode ini digunakan untuk mengembangkan sistem teknologi informasi yang kompleks. Sistem teknologi yang kompleks perlu dianalis orang yang ahli dibidangnya sehingga permasalahan dapat dipecahkan dan kebutuhan pemakai sistem dapat diidentifikasikan dengan benar.
Tahapan di analisis sistem terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut ini.
a.       Studi Pendahuluan
Kegiatan awal dari analisi sistem adalah studi awal atau studi pendahuluan tentang jenis, ruang lingkup dan pemahaman awal dari proyek sistem teknologi informasi. Studi pendahuluan ini menghasilkan sistem secara awal, perkiraan biaya yang dibutuhkan dan waktu yang diperlukan.
b.      Studi Kelayakan
Setelah mengumpulkan data dan mendokumentasikan fakta, sistem analisis mengetahui apa yang sesungguhnya dilakukan oleh sistem, Selanjutnya, sistem analis melakukan study kelayakan untuk memperhitungkan apakah organisasi atau instansi di mana sistem tersebur dibuat dapat melanjutkan ketahap berikutnya dalam proses pengembangan sistem atau tidak. Studi kelayakan merupakan suatu tinjauan sekilas pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
c.       Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan informasi pemakai
Langkah selanjutnya adalah  mengidentifikasi masalah disistem lama supaya dapat diperbaiki di sistem yang baru. Mengidentifikasi masalah dilakukan dengan penyebab masalahnya. Penyebab masalahnya merupakan sumber dari permasalahan yang harus diperbaiki. Selanjutnya memahami sistem yang ada untuk mendapatkan data dan menganalisis permasalahannya.
d.      Menganalisis hasil penelitian
Langkah selanjutnya menganalisis hasil penelitian. Menganalisis hasil penelitian adalah menemukan penyebab  permasalahan sistem yang tidak berfungsi sehingga dapat cepat digantikan dengan sistem yang baru.
2.      Perancangan sistem
Tahap perancangan sistem mempunyai dau tujuan yaitu;
a.       Perancangan sistem secara umum adalah memberikan gambaran umum kepada pemakai sistem tentang sistem teknologi informasi yang baru. Perancangan sistem secara umum lebih diarahkan kepada pemakai sistem untuk menyetujuinya ke perancangan sistem selanjutnya. Yang dirancang di tahap perencanaan sistem secara umu adalah menggambarkan bentuk dari sistem teknologi informasinya secara logika atau secara konsep dan mengidentikasikan komponen-komponen dari sistem teknologi informasi.
b.      Perancangan sistem terinci dimaksudkan untuk menggambarkan bentuk secara fisik dari komponen-komponen sistem teknologi informasi yang akan dibangun oleh pemrogam dan ahli teknik lainnya.
3.      Impelementasi sistem
Tahap ini merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan. Implementasi sistem juga merupakan proses mengganti atau meninggalkan sistem yang lama dengan mengganti sistem yang baru. Untuk menggantikan sistem yang lama ke sistem yang baru diperlukan suatu pendekatan atau strategi supaya berhasil.
4.      Operasi dan perawatan sistem
Setelah sistem diiplementasi dengan berhasil, sistem akan dioperasikan dan di rawat. Sistem perlu dirawat karena beberapa hal, yaitu
a.       Sistem mengandung kesalahan yang belum diperbaiki,sehingga kesalahan sistem perlu diperbaiki.
b.      Sistem mengalami perubahan karena peemintaan baru dari pemakaian sistem.
c.       Sistem mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar.
Biaya perwatan sistem sering diabaikan karena biaya perawatan sistem merupakan biaya yang cukup besar.jadi sebisa mungkin kita harus merawatnya denga teliti agar suatu sistem dapat bertahan dengan lama.

Kelebihan dan kekeurangan metode SDLC


Metode SDLC memiliki banyak kekurangan dan kelebihan. Kelebihan dari metode ini adalah ;

1.      Menyediakan tahapan yang dapat digunakan sebagai pedoman mengembangkan sistem
2.      Akan memberikan hasil sistem yang lebih baik karena sistem dianalisis dan dirancang secara keseluruhan sebelum diimplementasikan.
Kekurangan-kekurangan SDLC adalah ;

1.      Hasil dari SDLC tergantung pada hasil analisis, sehingga jika terdapat kesalahan di tahap analisis akan terbawa terus ke hasil sistem ayng kurang memuaskan.
2.      Dibutuhkan biaya yang lebih besar jika dibandingkan metode yang lainnya.
3.      Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengembangkannya karena sebuah sistem harus dikembangkan sampai selesai terlebih dahulu.